20 November 2005


Adalah Muhammad Hasbi, sahabat lama semenjak di Ma'had el-Emirat yang berangkat setahun lebih awal dari gW. Tepatnya paruh akhir 2004, beliau memilih studi di kampus Tafahna el-Ashraf jurusan Islamic Law and Jurisprudence. Pada awal kedatangan saya menginjakkan kaki di Bumi Kinanah ini, tepatnya di Zagazig City, Hasbi yang imut namun cakap itu ikut meng-ahlankan kedatangan gW. Beliau sengaja berkunjung ke Zagazig sebagai bentuk perhatian pada gW selaku ce-es lamanya.

Di sekretariat DPD PPMI (Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) Zagazig beliau banyak bercerita tentang kampusnya dan lingkungan tempat ia tinggal. Ia bilang, Tafahna adalah pemukiman indah. Suasana ekosistem yang natural, udara sejuk, biaya hidup murah, penduduknya ramah dan yang jelas hidup disana adem ayem gemah ripah loh jinawi.

Pertemuan kami tidak begitu lama. Hasbi pun harus pulang ke Tafahna malam itu. Di akhir percakapan ia mewanti-wanti agar gW berkunjung ke flat tempat ia tinggal jika ijro`at MABA sudah rampung. Sambil tergesa-gesa turun dari lantai 4 ia setengah berteriak dengan dialek cirebonnya yang khas:

“Jangan lupa yah, dateng ke Tafahna, disana ada reboisasi tiap pagi!”

Hasbi sudah menghilang dari penglihatan. Sedikit terusik dengan kalimat “reboisasi tiap pagi”, jidat gW mengerut. Apa maksud reboisasi ini?

*****

Waktu "urus-urus" sudah selesai. Teringat pesan si Hasbi. Sore hari sebelum matahari tenggelam gW bertolak bersama Mang Riyan; senior tingkat empat menuju Tafahna Permai untuk menunaikan pesan, bersilaturahmi plus menyingkap misteri reboisasi. gW bermalam disana.

Di pagi hari, gW keluyuran bareng Mang Riyan brewok yang wajahnya persis Jendral Khattab sang pimpinan para Mujahid Checnia. Pertama, gW diajaknya ke mulut gerbang memasuki kampung itu. gW lihat pintu portal samping rel kereta yang dilewati malam tadi. Di atas gerbang panjang dan tinggi terpampang ucapan selamat memasuki kampung Tafahna
“Ahlan wa Sahlan bi Tafahna el-Ashraf”.
Tertulis lagi di sampingnya
Tafahna el-Ashraf Qaryah Namudzajiyah” (Tafahna kampung figur).


gW tanya Mang Riyan el-Qaruty,
“kenapa Tafahna dikatakan Namudzajiyah?”
“Konon kampung ini sering dapat piala adipura tiap tahunnya” jawab beliau.
Dalam kekaguman, hati gW bergumam:
“Wuih… hebat, gak diragukan punya padanan ajektif el-Ashraf. Coba kalo Zagazig ada “el-Karim”nya, buat matching-matchingan aja. Keren dikit kan why not?!”

Berlanjut ke jalanan kampus. Taman indah sepanjang jalan membagi dua arah jalur lintas. Kanan-kiri jalan dihiasi indahnya hamparan gandum yang baru ditanam. Kami mengelilingi bangunan-bangunan kampus yang kelihatan tua. Lalu dibawanya aku ke belakang kampus. Ada komplek Ma’ahid disana, mulai dari Hadhanah, Ibtida`i, I’dadi dan Tsanawi. Komplit sekali, mulai dari TK hingga PT ada disatu komplek. Dan satu yang membuatku lebih terharu di kampung ini, ada Ma’had Takhassus Huffazh menjulang tinggi di komplek belakang. Terlihat sebagian siswa-siswanya hilir mudik mengenakan seragam khusus. Kepala mereka mengenakan peci merah yang dililit serban putih. Dengan lengan jalabiyah yang lebar, membuat mereka mirip masyayikh Al-Azhar. Betapa beruntung bapak2 yang punya anak seperti mereka. Tokoh-tokoh seperti Mahmoud Shaltout, Abdul Halim Mahmoud, Abdul Hamid Kisyk, Muhammad Al-Ghazali, Mutawalli Asy-Sya'rowi sebelum jadi orang besar, mereka dulunya seperti mereka juga. Begitu pula dengan kakak kelas gW DR. Yusuf al-Qaradhawi (ngaku-ngaku?) pernah mengenyam pendidikan di bangku Ma’had Huffazh.

Berlanjut ke komplek pemukiman. Hening, jauh dari kebisingan kendaraan dan musik-musik Tharab (dangdutnya Arab). Tepat sekali jika kampung ini dikatakan “Kampung Santri”. Penduduknya ramah-ramah dan gak sombong. gW sempat berfikir, mungkin semua orang disini punya keturunan darah Nabi Musa dan Harun (kallee). Ironis dengan "penduduk Mesir" yang ku dapati di Zagazig.

Selama kaki muter-muter di jalan, kepala geleng-geleng kesalutan, rupanya ada satu hal yang ganjil. gW perhatikan dari tadi, setiap ruas jalan dipenuhi dungkukan materi hijau lembek mengepul. Difikir-fikir, hmm…… kurang asem.. ini rupanya yang dimaksud si Hasbi. Dikirain reboisasi apa, ternyata...............

REBOISASI TAI KEBO.




Label:

posted by Kepinding @10.39 // 0 souls being nibbled


Home Page



WELCOME
to
BiLik Kepinding
_About_
  • Blog
  • Me
  • My Name
  • Sotoy Mode On
  • Ada Apa Dengan Sareupna
  • Dialektika Luqman
  • Hujan Dalam Al-Qur'an
  • Ketika Sastra Berpolitik
  • Korelasi Politik & Tasawuf
  • Positif Thinking
  • Memaknai Kata "Rokok"
  • Rupa Allah
  • Silaturahmi, Menyoal Etimologi
  • Sanggar Sastra
  • Tahun Kesedihan
  • Tentang Hari
  • Tentang Setan
  • Acak adut
  • Bangkit Itu...
  • Buta Politik
  • Gayus Tambunan
  • KTP Tanpa Kolom Agama
  • Malaikat Yang Gelisah
  • Manisnya Negeriku
  • Menciptakan Teroris
  • Model Manusia Ala Syafi'i
  • Mother Nature
  • Teko
  • Pemulung Sampah
  • Sesal Mahatma Gandhi
  • Pernyataan Sikap MUI Terkait Pemblokiran Situs Islam Online
  • Sahal Mahfudz
  • Terima kasih Malaysia
  • Qana'ah Aku
  • Angin Goeroen
  • Abu Nawas di DPD
  • Asparagus Vs Molokhia
  • Curi-curi Pandang
  • Domba = Embek
  • Feminin But Maskulin
  • Gembel Loba Bacot
  • Keroncongan
  • Maafkan Aku Tuhan!
  • Ninja Egypt
  • Paranormal St. Farouk
  • Perang Nyok !!
  • Reboisasi Tai Kebo
  • Sate Hijriyah
  • Tadabburrr
  • Ya Ahma... 3x
  • Ngigau DotKom
  • Aku Naluri
  • Aribieku
  • Berhentilah, Pak Tua
  • Berkasih
  • Bertarung
  • Biarkan Aku
  • Caliphate Itu
  • Globe Esok
  • Goblok Anakmu, Ibu
  • Intifadhah
  • Jas Apa?
  • Kelas Tambahan
  • Kudeta atau
  • Lelap
  • Madrasah Masa Depan
  • Malam Qadar
  • Mayday
  • Mendebur
  • Emansipasi
  • Menggeledah
  • Menghidu
  • Merasai
  • Monolog Sepi
  • Mumpung
  • Nomadic Chronicle
  • Pak Kumis
  • Paul et Verginie
  • Ramlah
  • Rongsok Senja
  • Sang Najmah
  • Sapu Lidi
  • Setak-setik
  • Terjegal
  • Terseret
  • The Stool Pigeon
  • Titip Peluk
  • Trotoar
  • Gemuruh
  • Aahh... 2020/1442
  • Bercakap Bersama Rabi'ah
  • Celoteh Demokrasi
  • Dialog Diri
  • Gigit Koruptor !!
  • Jalan Raya Kehidupan
  • Layar Listrik
  • Memaknai Rakyat
  • Menciptakan Teroris
  • Menikmati Demokrasi
  • Mrs. Suzanne
  • Prinsip Hidup
  • Polarisasi Media
  • Racau Terminal
  • Seragam SD
  • Surat untuk Pak Alwi
  • Teruntuk Adik
  • _Memoar_
  • Nurdin Bucek
  • Three Musketeers
  • Tragedi Jalan DAM
  • Ummu Alif
  • Galeri Koleksi
  • Dimana Pun Berada, Aku Akan Shalat
  • Inikah Kode Etik Perang Itu?
  • Kamar Bujang Goeroen
  • Perestroika
  • Tank Revolusi 25 Januari
  • Apa Kata Mereka Tentang Saya?
  • Kata Syahrul Fakhri
  • Kata Ramadhan El-Syirbuny